Breaking News
Home / Kemahasiswaan / UHAMKA Akan Rekrut Dosen Khusus Dari Jerman

UHAMKA Akan Rekrut Dosen Khusus Dari Jerman

Peluncuran dosen dengan status Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK) ditanggapi positif oleh kampus swasta. Salah satunya Uhamka yang berencana akan merekrut tenaga ahli dari Jerman sebagai dosen khusus.

Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Suyatno menjelaskan, adalah suatu kebetulan tawaran dari pemerintah Jerman yang akan menghibahkan tenaga ahli bersamaan waktunya dengan peluncuran NIDK oleh Kemristekdikti. Dia menuturkan, Uhamka rencananya akan merekrut tenaga ahli dari Jerman tersebut sebagai dosen NIDK selama satu atau dua tahun. Kampus di bawah naungan Muhammadiyah itu juga akan merekrut tenaga ahli ini sebagai dosen ataupun sebagai pakar yang membantu peningkatan mutu kampus masing-masing.

“Tenaga ahli dari Jerman ini akan kami kontrak sebagai dosen. Mereka akan menambah rasio dosen di kampus kami dan juga agar capacity building kami meningkat,” katanya saat Pembukaan Sosialisasi Tenaga Ahli Jerman untuk Kampus dibawah Lingkup Muhammadiyah di Jakarta.

Suyatno menjelaskan, para tenaga ahli ini bisa ditugaskan untuk berbagai bidang sesuai proposal yang diinginkan Uhamka. Tenaga ahli ini juga didatangkan untuk membantu dosen kampus Muhammadiyah yang kesulitan dalam membuat riset ataupun jurnal internasional.

Bantuan tenaga ahli Jerman ini, ujar Suyatno, merupakan yang pertama kali dilakukan pemerintah Jerman. Pemerintah Jerman juga yang akan menanggung gaji para tenaga ahli itu selama mereka mengabdi di Indonesia.

NIDK memang akan bisa mengatasi masalah rasio dosen dan mahasiswa di kampus. Kampus di bawah naungan Muhammadiyah, terangnya, mengalami kekurangan dosen terutama di fakultas keperawatan, kedokteran dan kebidanan.

“Dengan NIDK, maka tenaga di rumah sakit atau dinas kesehatan bisa kami rekrut sebagai tenaga dosen. Terlebih kampus Muhammadiyah memang kekurangan dosen. Seperti kampus Muhammadiyah di Papua ada enam prodi namun dosennya tinggal tiga,” ucapnya.

Suyatno menambahkan, Muhammadiyah merencanakan untuk menambah 12 perguruan tinggi baru dengan 350 prodi baru. Secara nasional kontribusi jumlah perguruan tinggi yang diberikan Muhammadiyah mencapai 1.300-1.500 prodi dari total nasional 22 ribu prodi. Salah satu syarat pendirian perguruan tinggi itu ialah penambahan dosen. Tidak hanya menambah dosen dari tenaga ahli Jerman, Muhammadiyah meminta semua pakar dari berbagai bidang agar mau menjadi dosen NIDK.

About FT UHAMKA

Vivamus vel sem at sapien interdum pretium. Sed porttitor, odio in blandit ornare, arcu risus pulvinar ante, a gravida augue justo sagittis ante. Sed mattis consectetur metus quis rutrum. Phasellus ultrices nisi a orci dignissim nec rutrum turpis semper.

Comments are closed.

Scroll To Top